Kamis, 20 Oktober 2016

Cara Jitu Menghilangkan Jerawat

Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami Dan Efektif
Cara menghilangkan jerawat membandel secara alami dan efektif merupakan rangkaian cara mengatasi jerawat yang kami tulis spesial dalam blog ini. Sebelumnya pernah diulas lengkap mulai jenis-jenis jerawat, penyebab jerawat, menghilangkan jerawat alami, menghilangkan jerawat batu hingga menghilangkan bekas jerawat seperti noda hitam  atau bopeng akibat jerawat dan lain sebagainya yang berhubungan dengan masalah seputar masalah utama remaja ini.

Ya benar jerawat merupakan masalah umum yang harus dihadapi sebagian besar orang terutama remaja. Jerawat memiliki banyak sekali jenis dan cara penangannya, setiap jenis jerawat harus ditangani secara berbeda jika tidak maka akan semakin parah. Ada banyak tantangan bagi penderita jerawat seperti tidak boleh memencet dengan kuku dan lain sebagainya yang harus dipatuhi jika tidak ingin jerawat sembuh meninggalkan bekas seperti flek hitam atau bahkan bopeng bekas jerawat.

Memang ada banyak cara dan solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi jerawat yang muncul pada wajah ataupun punggung. Diantaranya seperti membeli beragam obat diapotik, menggunakan bahan-bahan alami dan pergi kedokter atau klinik yang memang berpengalaman dibidangnya. Menggunakan obat yang mengandung bahan kimia tidak kami sarankan karena memiliki resiko yang sangat tinggi akan lebih baik jika langsung melakukan konsultasi pada dokter sehingga akan lebih cepat sembuh. Cara lain yang cukup efektif, murah dan tak beresiko adalah menggunakan bahan-bahan alami atau bahan tradisional yang sejak dulu menjadi andalan nenek moyang kita.
Cara Mengatasi Jerawat Membandel Secara Alami, Cepat Dan Efektif
Bagi anda yang menderita jerawat yang membandel berikut ini cara menghilangkan jerawat membandel yang bisa anda coba :


#1 Menggunakan Es Batu
Es batu berperan untuk meningkatkan sirkulasi darah pada area sekitar jerawat sekaligus membantu mengecilkan pori-pori pada kulit, membunuh bakteri penyebab jerawat, menghilangkan kotoran pada kulit dan menghilangkan minyak berlebih yang menumpuh pada kulit.

Cara Mengatasi Jerawat Dengan Es Batu
* Siapkan es batu secukupnya
* Bungkus menggunakan kain yang bersih
* Tempelkan pada area wajah yang berjerawat secara merata
* Tahan selama beberapa menit dan lepaskan ketika sudah tak bisa menahan rasa dinginnya
* Ulangi lagi terus proses tersebut selama berkali-kali sekitar 10-20 kali
* Lakukan cara ini dengan rutin hingga jerawat benar-benar sembuh


#2 Menggunakan Madu
Madu memang mmeiliki banyak khasiat dan manfaat bagi kesehatan tubuh yang tak bisa diragukan lagi. Madu juga mengandung antibiotik yang sangat tinggi. Madu dapat mencegah infeksi menyebar yang berakibat meradangnya jerawat.



Cara Menghilangkan Jerawat Menggunakan Madu
* Siapkan madu alami (bukan madu produksi pabrik
* Oleskan pada jerawat menggunakan kapas
* Diamkan sekitar 25-35 menit
*  Bersihkan wajah menggunakan air bersih sesudahnya
* Lakukan rutin hingga mendapatkan hasil yang maksimal

#3 Menggunakan Buah Lemon
Salah satu buah yang mengandung Vitamin C yang sangat tinggi ialah lemon. Lemon sangat baik jika digunakan untuk mengobati jerawat, lemon dapat mengecilkan jerawat dengan cepat. Tetapi yang perlu diingat ialah pergunakan lemon yang masih segar dan cara ini mungkin tidak cocok untuk kulit yang sensitif.




Cara Menyembuhkan Jerawat Menggunakan Lemon
* Sediakan 1-2 buah lemon segar
* Peras lemon dan taruh airnya pada wadah
* Basuhkan air lemon pada wajah yang berjerawat menggunakan kapas
* Lakukan ini secara rutin saat malam menjelang tidur


#4 Menggunakan Bawang Putih
Bawang puti yang biasa digunakan sebagai bumbu dapur ini merupakan antijamur, antiseptik, antioksidan dan antivirus yang sangat bermanfaat sekali untuk wajah berjerawat. Bawang putih juga mengandung sulfur yang dapat mempercepat proses penyembuhan jerawat.




Cara Menghilangkan Jerawat Menggunakan Bawang Putih
* Ambil bawang putih dan potong 1 siung bawang putih menjadi 2 bagian
* Gosok-gosokkan bawang putih yang telah dipotong ke jerawat dan biarkan selama 5-10 menit
* Cucilah wajah menggunakan air bersih
* Lakukan ini secara rutin hingga mendapatkan hasil yang maksimal


#5 Menggunakan Buah Tomat
Tomat merupakan buah yang juga kaya dengan kandungan Vitamin A dan Vitamin C. Kandungan vitamin yang tinggi tersebut membuat buah tomat sangat baik untuk dijadikan obat alami untuk menghilangkan jerawat




Cara Mengobati Jerawat Menggunakan Buah Tomat
* Sediakan 1 buah tomat yang matang (kemerahan)
* Potong buah tomat menjadi irisan tipis-tipis
* Tutup area jerawat dengan irisan tomat tersebut
* Diamkan sekitar 10-15 menit
* Lakukan dengan rutin

#6 Menggunakan Buah Jeruk Nipis
jeruk nipis umumnya dipakai oleh ibu rumah tangga untuk keperluam memasak dan mencuci piring-piring kotor. Selain itu jeruk nipis juga banyak sekali dijadikan sebagai obat karena banyak mengandung Vitamin C. Jeruk nipis bisa dijadikan obat untuk menghilangkan jerawat yang cukup efektif.







Cara Menghilangkan Jerawat Menggunakan Jeruk Nipis
* Sediakan 1 buah jeruk nipis
* Peras airnya dan ambil sekitar 1-2 sendok makan
* Campur dengan madu 1-2 sendok makan
* Oleskan pada jerawat menggunakan kapas
* Biarkan selama 10-20 menit
* Bilas dengan air hangat hingga bersih
* Lakukan dengan rutin hingga jerawat sembuh

Itulah beberapa cara yang bisa anda coba untuk menghilangkan jerawat pada wajah anda dengan efektif dan cepat. Mengobati saja tidak cukup berikut beberapa hal yang dapat mencegah terjadinya jerawat pada wajah anda :
1.    Hindari memakai kosmetik yang berlebih dan berbahaya bagi kulit
2.    Jangan menyentuh wajah yang berjerawat
3.    Jangan memencet jerawat anda
4.    Bersihkan wajah dengan cuci muka minimal 2X sehari
5.    Seringlah Berolahraga
6.    Perbanyak meminum air putih
7.    Hindarkan pikiran dari stress

Demikianlah ulasan singkat kami seputar
 cara menghilangkan jerawat membandel secara alami dan efektif pada area wajah anda. Semoga dengan cara ini wajah anda bisa kembali berseri dan bebas dari jerawat. Memang dengan cara tersebut tidak akan menyembuhkan jerawat dengan instan namun butuh proses. Akan tetapi jika dilakukan dnegan rutin akan membuahkan hasil yang maksimal dan tentu saja tanpa efek samping yang membahayakan kulit wajah anda.



semoga bermanfaat, tks 

Rabu, 19 Oktober 2016

ORGAN PADA TUMBUHAN


ORGAN PADA TUMBUHAN 

Organ adalah kumpulan jaringan yang secara bersama-sama melakukan tugas tertentu. Organ tumbuhan terdiri atas akar, batang, daun, bunga, dan buah.
(Bagian dari: Jaringan Tumbuhan)

1. Akar
Akar adalah bagian tumbuhan berbiji yang berada di dalam tanah, berwarna putih, dan bentuknya meruncing sehinga lebih mudah menembus tanah. Akar berasal dari akar lembaga (radix) yang terdapat di biji tumbuhan. Akar berkembang dari meristem apikal ujung akar yang dilindungi oleh tudung akar (kaliptra). Fungsi tudung akar adalah untuk melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah.
Pembelahan sel meristem apikal membentuk daerah pemanjangan yang disebut daerah/zona pemanjangan sel. Dibelakangnya terdapat zona diferensiasi sel atau zona pendewasaan sel, di sini sel-sel akar berkembang menjadi beberapa sel permanen seperti xylem, floem, parenkim, dan sklerenkim.
Fungsi akar bermacam-macam, antara lain:
1.            Mengikat tubuh tumbuhan pada tanah.
2.            Menyimpan cadangan makanan dalam bentuk umbi.
3.            Menyerap air dan garam-garam mineral terlarut.
4.            Sebagai alat pernapasan.
Berikut adalah bagian-bagian anatomi akar secara garis besar:
1.            Epidermis, terdiri dari satu lapis sel yang tersusun rapat dengan dinding sel yang tipis supaya mudah ditembus air. Pada zona diferensiasi, epidermis membentuk bulu/rambut akar yang berfungsi untuk memperluas permukaan penyerapan
2.            Korteks, tersusun atas berlapis-lapis sel dengan dinding yang tipis dan memiliki ruang antarsel yang memungkinkan terjadinya pertukaran gas.
3.            Endodermis, berupa satu lapis sel yang rapat dengan penebalan gabus pada dinding sel. Endodermis adalah pemisah antara korteks dan stele.
4.            Stele/silinder pusat, di dalamnya terdapat berkas pengangkut (xilem dan floem).
Akar tanaman menyerap air dan unsur hara dengan proses imbibisi, difusi, dan osmosis. Bagian akar yang berfungsi untuk melakukan penyerapan adalah daerah yang memiliki rambut akar yang merupakan daerah perluasan epidermis. Sebelum air tanah sampai ke xilem, air tanah terlebih dahulu melalui sel rambut akar (epidermis), korteks, endodermis, dan perisikel.

1.1. Struktur Akar Dikotil
Akar pada tumbuhan dikotil berbentuk tunggang. Xilem dan floem pada tumbuhan dikotik tersusun membentuk jari-jari (radial). Xilem berbentuk bintang di pusat dan floem mengelilinginya. Di antara xilem dan floem terdapat kambium yang menghasilkan unsur kayu ke arah luar membentuk kulit.
1.2. Struktur Akar Monokotil
Akar pada tumbuhan monokotil berbentuk serabut. Epidermis, korteks, dan perisikel memiliki struktur, lokasi, dan fungsi seperti pada akar dikotil. Xylem dan floem mirip dengan tanamandikotil, tetapi letak keduanya saling berdekatan karena tidak memiliki kambium. Empulur terletak di bagian tengah dan dikelilingi xilem dan floem secara berselang-seling.

2. Batang
Batang adalah salah satu organ tumbuhan berpembuluh yang berfungsi sebagai penyangga. Batang disusun oleh beberapa macam jaringan yang berbeda sehingga terdiri dari beberapa tipe seperti batang berkayu, batang lembut dan lunak (herbaseus), dan batang tipe rumput (kalmus).
Fungsi batang adalah sebagai berikut:
1.            Menyalurkan air dan garam mineral dari akar ke daun dan zat makanan dari daun ke seluruh bagian tubuh.
2.            Mengarahkan tumbuhan agar mendapatkan cahaya matahari yang cukup.
3.            Tempat penimbunan cadangan makanan.
4.            Tempat melekatnya daun, bunga, dan buah.
Struktur batang secara umum adalah sebagai berikut:
1.            Epidermis, tersusun rapat oleh selapis sel. Dinding luar terdapat kutikula. Fungsi epidermis adalah untuk melindungi jaringan di bawahnya.
2.            Korteks, tersusun oleh beberapa lapis sel parenkim yang berdinding tipis dan terdapat banyak ruang antarsel. Disebut juga dengan istilah “kulit pertama”.
3.            Stele (silinder pusat), stele adalah lapisan terdalam dari batang. Di dalamnya terdapat sel parenkim dan berkas pengangkut. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atauperikambium.

2.1. Struktur Batang Dikotil
Batang dikotil tersusun atas beberapa jaringan seperti berikut:
1.            Epidermis. Terletak di bagian terluar batang. Terdapat zat kitin yang berfungsi untuk melindungi batang agar tidak kehilangan banyak air.
2.            Korteks. Terletak di antara epidermis dan endodermis. Terdapat sel kolenkim dan sel parenkim. Sel kolenkim berfungsi sebagai jaringan penunjang. Sedangkan sel parenkim sebagai jaringan dasar serta untuk mengisi dan menyimpan zat.
3.            Stele. Terletak di sebelah dalam lapisan endodermis. Fungsi stele adalah untuk memberi kekuatan pada batang.
4.            Perisikel yang menyelubungi berkas pembuluh batang.
5.            Berkas pembuluh. Terletak di bagian dalam perisikel. Fungsi berkas pembuluh adalah sebagai pengangkut zat.
6.            Kambium. Terletak di antara xilem dan floem. Kambium menyebabkan batang mengalami penambahan diameter. Fungsi kambium adalah untuk membentuk xilem dan floem. Terdapat dua tipe kambium yaitu kambium vaskuler yang berada di antara xilem dan floem, dan kambium intervaskuler yang berada di antara dua berkas pengangkut.
7.            Floem. Terletak di bagian luar berkas pembuluh atau bagian luar kambium. Fungsi floem adalah untuk mengangkut zat makanan ke seluruh tubuh.
8.            Xylem. Terletak di bagian dalam berkas pembuluh atau bagian dalam kambium. Fungsi xilem adalah untuk menyalurkan air dan garam mineral dari akar ke daun.
2.2. Struktur Batang Monokotil
Batang monokotil tersusun atas beberapa jaringan seperti berikut:
1.            Epidermis. Terletak di bagian luar batang. Dinding selnya lebih tebal daripada dinding sel epidermis dikotil. Fungsi epidermis adalah sebagai pelindung supaya tidak banyak kehilangan air.
2.            Meristem dasar. Terletak di jaringan yang berada di bagian dalam epidermis. Sampai sekarang belum ada yang mengetahui pasti fungsi meristem dasar.
3.            Berkas pembuluh. Tersebar pada meristem dasar. Fungsi berkas pembuluh mirip dengan yang dimiliki tumbuhan dikotil.
3. Daun
Daun adalah organ tumbuhan yang memiliki fungsi utama untuk membuat makanan melalui proses fotosintesis. Selain itu, fungsi daun adalah sebagai tempat pengeluaran air dengan cara penguapan dan respirasi.
Berikut adalah struktur yang melapisi daun dimulai dari atas:
1.            Epidermis atas, terkadang dilapisi oleh kutikula.
2.            Jaringan palisade parenkim/jaringan tiang/jaringan pagar, mengandung banyak klorofil.
3.            Berkas pembuluh. Terdapat xilem dan floem yang berfungsi sebagai alat transportasi dan penguat daun dalam bentuk tulang daun.
4.            Jaringan spons parenkim/bunga karang, mengandung sedikit klorofil.
5.            Epidermis bawah, terdapat stomata.
Secara morfologi daun terdiri dari helaian daun (lamina), tangkai daun (petiolus), dan pelepah daun (folius). Daun tumbuhan dikotil umumnya memiliki daun dengan susunan tulang daun menyirip dan menjari. Sedangkan daun tumbuhan monokotil umumnya memiliki susunan tulang daun sejajar atau melengkung.
3.1. Bagian-Bagian Daun Dikotil

1.            Epidermis. Terdiri dari satu lapis sel (kecuali pada tumbuhan karet). Letak epidermis di permukaan atas dan bawah daun. Fungsi epidermis adalah untuk melindungi sel bagian dalam dari kehilangan air dan mempertahankan bentuk daun.
2.            Kutikula melapisi permukaan daun dan mengalami penebalan oleh zat kitin. Fungsi kutikula adalah untuk mencegah penguapan melalui permukaan daun.
3.            Stomata. Letak stomata di permukaan daun berupa celah pada lapisan epidermis dengan dua sel penutup. Fungsi stomata adalah sebagai tempat keluar masuk gas.
4.            Mesofil adalah jaringan dasar yang tersusun atas dua lapisan sel yaitu palisade(jaringan pagar) dan spons parenkim (jaringan bunga karang).
5.            Urat daun. Terdapat berkas pembuluh. Membentuk tulang daun.
3.2. Bagian-Bagian Daun Monokotil
1.            Epidermis. Terdiri dari satu lapis sel dengan penebalan kitin. Letak epidermis di permukaan daun. Fungsi epidermis adalah untuk melindungi daun dari kekeringan dan untuk mencegah penguapan.
2.            Stomata. Struktur dan fungsi sama dengan stomata yang ada di daun dikotil. Hanya saja letaknya berderet di antara urat daun.
3.            Mesofil. Letaknya di antara urat daun. Mesofil merupakan tempat berlangsungnya fotosintesis.
4.            Urat daun. Letaknya pada helai daun yang berfungsi sebagai transportasi dan penguat daun.

4. Bunga
Bunga adalah alat reproduksi tumbuhan. Berikut adalah bagian-bagian bunga:
1.            Kelopak bunga. Umumnya berwarna hijau. Fungsi kelopak bunga adalah untuk membungkus dan melindungi kuncup bunga sebelum mekar.
2.            Mahkota bunga. Memiliki warna cerah. Fungsi mahkota bunga adalah untuk menarik serangga untuk datang dan menyerbuki bunga. Pada sebuah bunga dikotil biasanya terdapat mahkota bunga berjumlah 4, 5, atau kelipatannya. Sedangkan pada tumbuhan monokotil berjumlah 3 atau kelipatannya.
3.            Benang sari. Adalah alat kelamin jantan pada tumbuhan. Jika serbuk sari masuk ke putik, maka akan terjadi pembuahan.
4.            Putik. Adalah alat kelamin betina pada tumbuhan.


Minggu, 16 Oktober 2016

CARA MENGOBATI KEPUTIHAN

Cara Mengobati Keputihan Pada Wanita
Cara pengobatan alami ternyata lebih ampuh dalam menangani keputihan jika dibandingkan dengan pengobatan menggunakan bahan – bahan kimia buatan pabrik. Bahan alami dan tradisional juga akan menjaga organ kewanitaan Anda dengan baik. Ada beberapa alternatif pengobatan tradisional yang bisa Anda pilih untuk menyingkirkan keputihan yang mengganggu aktivitas Anda sehari – hari.

1. Cara Mengobati Keputihan Dengan Daun Sirih
Untuk mengobati keputihan abnormal, bisa menggunakan daun sirih yang berupa daun maupun yang sudah diolah menjadi sabun. Untuk membasuh Alat Reproduksi, rendam daun sirih dalam air selama satu hingga dua jam, lalu gunakan air tersebut untuk membersihkan Alat Reproduksi. Jika Anda memilih untuk menggunakan sabun sirih, perhatikan kadar asamnya, pilih yang kadar asamnya tidak terlalu tinggi agar ekosistem bakteri di Alat Reproduksi tidak rusak.

2. Cara Mengobati Keputihan Dengan Biji Ketumbar
Biji ketumbar ternyata dapat juga mengobati keputihan. Cara memakai biji ketumbar sebagai obat keputihan adalah dengan cara merendam biji ketumbar di dalam air selama satu malam. Saat bangun tidur di pagi hari, sebelum makan atau minum apapun, minumlah air rendaman biji ketumbar tersebut.


3. Cara Menyembuhkan Keputihan Dengan Bawang putih

Potong satu siung bawang putih menjadi dua bagian lalu letakkan di atas Alat Reproduksi Anda, biarkan sampai pagi. Sejak zaman dahulu bawang putih sudah dipercaya bisa menyembuhkan keputihan.



4. Cara Menyembuhkan Keputihan Dengan Akar bayam
Akar bayam dapat menyembuhkan keputihan yang tidak normal karena akar bayam memiliki sifat anti bakteri yang cukup tinggi untuk melawan keputihan. Blender akar bayam menjadi jus dan minum jus akar bayam dua kali sehari untukmengobati keputihan


5. Cara Mengobati Keputihan Dengan Kunyit
Kunyit adalah salah satu rempah – rempah yang memiliki sifat anti bakteri. Siapkan dua rmpang kunyit, lalu satu genggam daun betutas, asam, dan gula aren. Rebus bahan tadi dengan 1 liter air smpai mendidih, setelah itu saring dan minum air rebusan ini dengan dosis satu hari sekali satu gelas. Sebaiknya kunyit yang digunakan sudah berusia lebih dari satu tahun.


6. Cara Mengobati Keputihan Dengan Akar mawar

Bunga mawar adalah salah satu bunga yang cantikdan harum. Tapi tanpa kita sangka ternyata akar mawar bisa mengobati keputihan abnormal yang biasa dialami oleh kaum hawa. Cara pemakaiannya pun sangat mudah yaitu dengan mencuci bersih akar mawar lalu rebus hingga mendidih. Minum air rebusan akar mawar untuk megurangi rasa gatal akibat keputihan abnormal.

7. Cara Menyembuhkan Keputihan Dengan Biji mangga

Mangga adalah buah yang manis dan legit. Setelah kita makan mangga biasanya kita akan membuang bijinya begitu saja. Padahal biji mangga memiliki manfaat yang sangat besar bagi kaum hawa yaitu untuk mengobati keputihan.
Caranya adalah mengeringkan biji mangga, lalu giling hingga menjadi bubuk yang halus, campur bubuk itu dengan air hingga berbentuk seperti krim. Oleskan krim itu pada Alat Reproduksi untuk menyembuhkan keputihan.

Jika Anda telah sembuh dari keputihan abnormal, Anda harus melakukan langkah – langkah berikut agar keputihan abnormal yang mengganggu tidak datang kembali menghampiri Miss. V.
1. Gunakan celana dalam yang terbuat dari katun yang dapat menyerap keringat dengan sempurna, jadi Alat Reproduksi tidak lembab dan hindari celana terlalu ketat.
2. Jangan menggunakan sabun wangi atau sabun antibakteri terlalu sering.
3. Selalu membersihkan Alat Reproduksi dengan air hangat dan sabub khusus
4. Gunakan pembalut yang baik dan jangan terlalu lama menggunakan pembalut, gantilah pembalut setiap tiga jam.
5. Hindari stress, carilah hiburan ketika Anda sudah merasa tertekan atau bosan.
6. Perbanyak minum air putih untuk menetralkan keasaman daerah kewanitaan
7. Setelah buang air kecil, bersihkan organ intim dari arah depan ke belakan untuk menghindari bakteri dari anus berpindah ke Alat Reproduksi.
8. Mengkonsumsi sayur dan buah secara teratur untuk membunuh bakteri dari dalam dan meningkatakan daya tahan tubuh.
9. Jangan menggunakan handuk orang lain ataupun membiarkan orang lain memakai handuk Anda.
Itulah beberapa cara untuk mengobati keputihan abnormal dan juga cara untuk mencegahnya. Jagalah selalu organ vital kita sejak dini dan semoga bermanfaat, tks


Comments system

Disqus Shortname